-->

Condition Monitoring Pada Peralatan Tenaga Listrik – Pengertian dan Contohnya

 


Condition monitoring adalah proses pemantauan kondisi tertentu dalam mesin (seperti getaran, suhu, dll) untuk mengidentifikasi perubahan yang dapat menunjukkan kesalahan yang berkembang. Condition monitoring adalah bagian utama dari predictive maintenance karena penerapan pemantauan kondisi memungkinkan pemeliharaan terjadwal dan tindakan pencegahan diambil untuk mencegah kegagalan lebih lanjut dan kemungkinan adanya downtime yang tidak direncanakan di kemudian hari. Pemantauan kondisi juga dapat mencegah komponen lain dalam mesin dari kegagalan sebagai efek knock-on dari satu bagian yang mogok. Penggunaan predictive maintenance ini merupakan kemajuan besar dari reactive maintenance yang melibatkan menjalankan mesin hingga gagal dan kemudian mengganti komponennya atas seluruh mesin. Hal ini meningkatkan efisiensi dan menghilangkan downtime yang tidak terduga dari jadwal kerja serta meminimalkan prosedur inspeksi berikut adalah beberapa teknologi condition monitoring yang banyak digunakan di Indonesia :

     Vibration (Online dan Offline).

     Tribology (Oil Analysis).

     Infrared Thermography.

     Motor Diagnostic (MCSA, Flux, dstnya).

     Ultrasonic.

     Partial Discharge.

     DGA.

 Jenis-jenis Condition Monitoring

Condiiton monitoring dibagai menjadi 2 jenis yaitu :

1.                   Metode continue monitoring (pemantauan terus-menerus) merupakan pemantauan yang melindungi mesin-mesin yang vital dalam suatu proses produk contohnya seperti turbin, generator, kompresor dan lain-lain. Dalam aplikasinya biasanya dipasangi dengan transduser (sensor) dan alat-alat khusus untuk memantau kondisi mesin secara terus-menerus, kemudian data-data dari transduser langsung dikirimkan ke komputer untuk proses data.

2.                   Metode periodic monitoring (pemantauan periodik/berkala) biasanya digunakan untuk memantau dan melindungi mesin-mesin yang bukan vital dan diaplikasikan pada mesin-mesin yang posisinya dalam proses produksi seperti blower, pompa, fan, dll.

  Tujuan Condition Monitoring

Alasan kenapa digunakannya beberapa metode dalam kegiatan monitoring peralatan tegangan tinggi yaitu

     Dikarenakan terdapat banyak peralatan tegangan tinggi yang memiliki cara perawatan yang berbedabeda.

     Meniadakan kerusakan sekunder pada mesin.

     Melakukan penghematan dalam pembelian dan penggunaan spare part.

     Memperpanjang selang waktu antara interhaul yang berarti mengurangi waktu proses produksi yang terbuang.

     Mengurangi waktu untuk maintenance.

     Meniadakan stok spare part yang berlebihan atau tidak diperlukan.

 Contoh Condition Monitoring

Teknologi condition monitoring yang digunakan untuk memonitor kondisi transformator daya yaitu menggunakan 2 metode, karena transformator daya harus di periksa secara berkala maka metode periodic monitoring digunakan. Tapi, hal yang paling utama adalah menggunakan metode kimia yang berfungsi untuk mengukur kadar minyak dan melihat konsentrasi dari gas, untuk menentukan apakah minyak dalam trafo daya masih baik atau tidak.

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Condition Monitoring Pada Peralatan Tenaga Listrik – Pengertian dan Contohnya"

Post a Comment